*cenit parah lagi belajar ngantuk ngatuk di azhar sempet posting sesuatu di blog hihihih...;)*
*mesjid al-azhar 9 mei 2010,with my hape*
diteruskan deh baru sedikit ternyata yg bisa di baca, tampilan di hape lebih kecil terlihat padat dan kayanya sudah banyak tapi waktu aku melihatnya ternyata baru sedikit, hmmm...tentang cinta apalagi yang bisa aku bahas lebih banyak pujangga pujangga cinta yang tiap kalinya menarik perhatian dengan kata kata indah nan menawan aku disini hanya bisa menambahkan bahwa cinta itu bukan sekedar indah tapi abadi, menelisik pengalaman mungkin dari kehidupan teman yang dia berani berterus terang mengalahkan egonya menumpahkan semua yang ia pendam pada seorang wanita yang menarik perhatianya karna wanita itu begitu indah dan maha dasyatnya membuatnya tergugup hampir tak dapat berkata apa apapun ketika itu, tetapi saat temanku mengungkapkan wanita itu menjawab "sudah hampir putus asa aku menunggu pernyataan ini, tentang keyakinan hatimu tapi kini semua sia sia aku wanita yang senang di puji dan di perhatikan, tak ku dapat sedikitpun darimu melainkan kau hanya sibuk bergulat dengan keraguan yang selalu mencekalmu untuk ungkapkan semua, tapi aku wanita yang cepat menua dan tak bisa menunggu lebih lama, maafkan aku tak bisa menerimamu karna aku sudah bersama laki laki lain, yang lebih yakin atas perasaanya"
temanku hanya bisa tersenyum saat menceritakan itu, dan berkata*walau seperti itu akhirnya tapi cinta itu sudah terpahat cantik dan abadi di dalam sini* sambil menepuk dadanya, kisah lain tentang temanku juga yang mendapatkan perasaan cinta lalu mengungkapkanya pada salah satu mahluk indah lainya,si wanita menolak dan temanku kecewa beberapa bulan kemudian si wanita mendatangi temanku dia beri alasan kenapa dia menolak temanku tapi temanku berkata" dulu aku menganggap semua ini indah tapi tidak sekarang, aku manusia yang hanya di fitrahkan layaknya mahluk lainya untuk punya rasa sayang tetapi dulu bukan saat ini" sekali lagi aku melihat fenomena menyedihkan si wanita hanya berkata*karna kamu hanya menganggapnya hanya sekedar indah bukan abadi* huft...dari situ aku selalu takut untuk keindahan hanya ingin merasakan keabadian, cinta abadi cinta yang terus dibandingkan derajatnya agar tak berlebih untuk mencintai pencipta kita illahirabbi, hendakalah kita berkeyakinan cinta kepadanya yang paling abadi,sampai kita memohon mendapatkan yang abadi didunia dan akhirat, menyeret kisahku untuk seseorang yang pernah merasakan indahnya dan mencampakanya,hanya satu pesanku jika nantinya keindahan itu berada kembali di sanubarimu jadikan ia sebagai keindahan yang abadi bukan sekedar perwarna dan pelengakap kehidupanmu nantinya, dan kini ku dapati keindahan itu dari seseorang yang aku yakin dia ingin menjadikanya hal terabadi dalam hidupnya,dengan segenap hatiku kini aku menyayanginya.





