cenit suryana cuma cewek cengeng yang bisanya cuma nangis...
Photobucket


Sabtu, 01 September 2012

say YES tuk pujian NO tuk rayuan (quotes 2/9/12)


Kadang tak banyak kata yang terucap, aku hanya mendelik dengan manyunan khas agar dia paham aku marah, lalu hanya ku dapati senyum simpul tanpa kata kata, saat tiba di asrama kediamanku aku sudah senyum sumringah, hatinya berbicara.

"aku bertemu denganmu sudah merasa tenang, jika aku banyak bicara mengganggu ketenanganku, maka dari itu aku lebih memilih diam jika bertemu denganmu".

Aku tak memilih jatuh sesudah terbang tinggi, karena saat aku terbang tinggi di situlah aku dapat melihat pemandangan indah dari atas sana, yang tak dapat aku pandang di daratan, aku bisa melihat ujung muara air sungai yang jernih, dan ada juga taman bunga yang berwarna warni, pepohonan yang rindang nan hijau, juga padang rumput terhampar luas.

"HEIII!!" temanku menepuk bahuku.
aku terperanjat melihatnya sekejap, lalu kembali tersenyum sumringah.
"aahh...kamu orang lagi terbang, ciuuuuutttt.....Braakk!! jadi jatoh nih" sambil mempraktekan dengan tangan seperti yang sedang terbang tiba tiba jatuh terkapar di tanah.

Tak banyak yang aku bicarakan dengan sobat yang menyapaku tadi, dia hanya kebingungan dan kembali dengan urusanya sendiri, mungkin dalam hatinya bergumam "ni anak kesurupan kali ya?", aku tak peduli, yang terpenting saat ini oleh oleh berupa senyuman sumringah masih saja melekat di bibirku, pujian? benarkah wanita harus hidup dengan pujian, mungkin bisa di ibaratkan jika wanita tanpa pujian itu seperti ikan kekurangan air, akan menggelepar gelepar kesesakan tak bisa bernafas dan bisa mati, itu hanya pendapatku, tapi mungkin berbeda dengan pendapat wanita lain, pernah aku melihat serial sinetron ramadhan betajuk "Para pencari tuhan" dalam ceritanya, pemeran yang bernama Azzam yang mempunyai istri dan ibunya, dalam keseharianya hanya memuji wanita (yaitu istrinya dan ibunya) bahkan wanita yang dekat dengan keluarganya pun sering di puji terjadilah percakapan.

"Zam, bisa nggak sehari kamu nggak muji perempuan" sang istri mulai komplen.
"nggak bisa" jawabnya dengan sedikit tersenyum.
"kenapa?"
"karena wanita di ciptakan untuk di puji, lihat saja jika wanita sedang bercermin pasti dia berkata pada cermin, wahai cermin siapa yang paling cantik di dunia ini? lalu cemin menjawab, Kamu!, nah....seperti itulah bagaimana wanita memuji dirinya sendiri selalu merasa cantik"

Mungkin cerita pendeknya seperti itu, tanpa aku tahu detail salah atau benar skrip percakapan di atas, karena aku bukan sutradara sinetron yang banyak mendapatkan perhatian warga Indonesia, khususnya yang beragama Islam, karena acara tersebut hanya tayang di bulan ramadhan, maka dari itu benar dan salahnya wanita dengan pujian aku tidak tahu, yang hanya aku rasa tanpa pikiran, aku senang di puji, karena topeng yang aku kenakan tak sia sia, dan juga sedikit merefresh otak dari kehidupan yang mulai aku sadari butuh perjuangan yang bukan ringan aku hadapi, di dalam pujian ada sedikit keringanan untuk meyakinkanku aku dapat jalani semua tahap kehidupan tanpa tekanan.

Bagaimana Allah swt, memuji satu golongan yang beriman di dalam Al-qur'an, dan mencela satu golongan lainya, karna pujian kadang bisa menjadi motivasi dan kadang juga bisa menjadi sindiran, dan semua itu kembali lagi pada si empunya hati, bagaimana menyikapi pujian, cobalah untuk memuji seseorang maka akan ada hal positif yang kau dapatkan.

say YES tuk pujian NO tuk rayuan.
nb : nyapa teman teman semua, semangaattt selalu!!!!!!




1 komentar:

Outbound Malang mengatakan...

salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
nikmatilah hidupmu agar kamu tidak merasa bosan dalam setiap keadaan.,.
ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

Poskan Komentar

apapun yang kalian pikirin comment ja:)

Ada kesalahan di dalam gadget ini


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Bukan ikan asin biasa Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template