cenit suryana cuma cewek cengeng yang bisanya cuma nangis...
Photobucket


Selasa, 28 Agustus 2012

Backpacker (Singapore)


Pengalaman memang luar biasa, nikmat ini aku syukuri terlebih dahulu karna Allah memberikan kesehatan padaku setelah perjalanan yang luar biasa, sudah hampir dua minggu aku terpesona oleh kota dan makanan yang ada di Malaysia, negri yang terkenal dengan menara kembarnya, tak terasa sudah hampir 30  hari aku di negri ini agar aku bisa merasakan hari raya iedh fitri di Malaysia ayah dan ibuku menyarankan untuk memperpanjang visa stay yang hanya di berikan 30 hari oleh petugas imigrasi, mungkin hanya membayar 100Rm atau sama dengan Rp 280.000,. lalu ibuku berceletuk iseng berkata.

"Nit dari pada mama bayar visa, mending kamu pergi ke Singapore pake kereta, balik lagi ke malaysia dapet visa stay 30 hari lagi"

Dari situ aku memulai perjalanan dengan hanya bermodal uang kurang lebih 200 dolar singapore, ato sama dengan Rp.1.400.000 untuk tiga orang, aku, ayahku dan saudaraku sepakat, kita hanya menggunakan bis dan kendaraan umum layaknya turis turis dari barat yang sering kita sebut " Backpaker", bermula dari membeli tiket di stasiun KL Kuala lumpur, kita bertiga menggunakan kereta malam  (Senandung Sutra) menuju Singapore, mungkin saat itu kita kurang beruntung karena kehabisan kereta malam tempat tidur, dengan tekad kuat kita meneruskan perjalanan dengan menggunakan kereta senandung malam (KTM) biasa, sesampainya di dalam kereta kita menduduki kursi nomor 8A,8B dan 8C, dan ternyata saat kereta berjalan, baru kami sadari si kereta berjalan mundur, karena kursi dari 1- 8 menghadap ke belakang saat kereta menuju Singapore dan kursi nomor 8-16 mengarah ke depan.

Itulah mengalaman bagi kami bertiga, dan mudah mudahan dapat membantu teman teman yang punya niat backpacker dari Malaysia ke Singapore untuk memilih tempat duduk nomoer 9-16 agar tidak berjalan mundur, dengan harga murah tentunya perorang harga tiket 35Rm atau Rp.98000 jika duduk, dan 40Rm atauRp.112.000  jika tidur, dan bersyukurnya kami karena tiket kembali Singapore-Malaysia dapat gerbong tempat tidur, gerbong berisi dua kursi yang saling berhadapan dan di alaskan tempat tidur kecil, ada di bagian bawah dan atas, dan di setiap tempat tidur ada kain yang menutupi seperti hordeng jendela,dan kitapun dapat tidur sepanjang perjalanan dengan nyenyak.

Kereta senandung sutra dari Malaysia berangkat sekitar pukul 22:00 malam, dan tiba pagi hari di Singapore sekitar pukul 06:00 dini hari, ada yang mengatakan bahwa Imigrasi terketat di seluruh dunia adalah singapore, itu aku rasakan saat tiba di Keimigrasian Singapore, berbekal dari note seseorang di internet aku, ayahku dan saudaraku di beri saran agar berpenampilan bagus, karena kadang Imigrasi tidak mau menerima orang asing yang berpenampilan berantakan, jika ada, mungkin banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh pihak Imigrasi, dari mulai berapa jumlah uang yang kita punya untuk menjamin masuk ke Negri yang indah dengan patung Merlion berbentuk kepala singa dan berbadan ikan ini, dan pagi itu adalah pagi yang penuh berkah karena di bulan penuh berkah pula, aku hanya di berikan pertanyaan singkat.

"Sudah pernah masuk Singapore?" sang penjaga imigrasi mulai mengintrogasi.
"belum" seruku dengan parau karena baru saja bangun tidur.
"Kamu kuliah?"
"ya"
"di mana?"
"Cairo, Al azhar"
"Rukun islam ada berapa?"
mulai dari pertanyaan aneh itu aku mulai memincingkan mata.
"lima" jawabku tegang
"Rukun iman?"
"enam" jawabku mulai tenang, dan merasa si petugas mulai bercanda, tetapi saat aku mulai cengengesan si petugas mulai serius lagi.
"Kenapa masuk singapore?"
"mau jalan jalan pak"
"kemana" si petugas bertanya sambil sesekali memerhatikan pasport dan data file yang ada di komputer bertanya dengan acuh.
"ke marina bay" hanya itu yang aku tahu tempat di Singapore
"kenapa marina bay, di sana tempat judi, nggak ada makanan halal?"
JGEERRRR!!! seperti tersambar petir, aku hanya bisa terdiam saat itu, aku malu dengan bulan penuh barakah, aku malu dengan jilbab ini dan lebih malu kepada Allah SWT, tapi bismillah aku menjawab.
"saya hanya mau melihat Patung singa dan gedung dengan perahu marinne di atasnya"
"singanya udah mati" kali ini si petugas menjawab dengan senyum dan beberapa kali mengecap pasportku.
"Alhamdulillah" ucapku dalam hati.

Keluar dari satasiun KTM, kami segera menuju halte terdekat yang ada di tengah jalan, sambil dalam dalam aku menghirup udara pagi yang segar sekali lagi aku bertahmid.

"Terimakasih Rabb, atas nikmatMu"

Berkali kali ku hirup udara Singapore dalam dalam, kapan lagi aku hidrup udara Negri kecil nan sukses ini, tanpa GPS dan tanpa informasi apapun, kami mencari informasi dengan bertanya sana sini untuk sampai ke marina bay, ada beberapa peta petunjuk jalan terpampang besar di setiap halte bis, setelah bertanya kami menaiki bis bernomor 911 int dengan tujuan MRT,karena untuk sampai ke Marinna bay kita harus menaiki MRT atau kereta bawah tanah, sempat bingung bagaimana cara membeli tiket MRT nya, aku mendekati posko polisi di sana, lalu aku di arahkan ke sebuah mesin yang baru kali itu aku lihat, aku hanya mengantri di barisan orang orang yang hendak memebeli tiket, ku perhatikan seorang bapak paruh baya di depanku bagaimana dia membeli tiket, lalu aku di tunjukan bagaimana cara pembelianya, pertama aku melihat peta yang ada di layar mesin tersebut, aku harus menekan tujuan yang aku maksud aku menekan gambar Marina bay di sana, ada jumlah uang yang harus aku masukan di mesin itu 1.30 dolar singapore atau  Rp.9100, sama halnya 1 dolar singapore Rp.7000 di indonesia,  sebelum aku teruskan cerita pengalaman backpacker sehari ke singapore, aku memberi saran kepada pembaca yang berniat untuk backpaker juga agar tidak mengganggap remeh uang receh, karena di singapore untuk menaiki bus kita harus membayar 1.30 dolar singapore dan jika kita memberikan 2 dolar jangan harap supir bus mempunyai kembalian sebesar 0.70 sen karena semua penumpang  penduduk di negri singapore ini, mempunyai kartu prabayar perbulannya untuk menaiki bus, kembali lagi kecerita perjalananku sesampainya di marina bay aku hanya perlu sedikit berjalan sampai di patung merlion khas negri ini, suasana di sana begitu menarik dan bersih, beberapa toko brand terkenal seperti louis vittion pun begitu megah dan indah disana, sudah puas dengan panorama kota di marinna bay, aku memutuskan untuk ke pusat pembelanjaan yang pas dengan kantong backpacker kami ada beberapa sovenir sovenir singapore dengan harga murah di "Musthafa center" ada beberapa toko terjajar rapih dan jika aku ingin mengatakan daerah sekitar Musthafa center adalah kawasan untuk orang india, karena setiap toko yang berjejer disana adalah toko toko india, ada beberapa restoran juga di sana, restoran india.

Karena sudah memasuki waktu makan siang kami putuskan untuk mencoba berkuliner ria dengan makanan khas india, ada nasi brany yang di pesan saudaraku dan beberapa makanan yang asing di telinga dan makanan tersebut boleh ku sebut lumayan pas dengan selera orang asia sepertiku, tak banyak yang kami kunjungi karena hari mulai sore kami pun memutuskan untuk kembali menaiki MRT yang hanya 100 Meter dari Musthafa center untuk kembali ke stasiun KTM di woodland, perjalanan menggunankan MRT ke woodland tidak sama perti MRT biasanya, tetapi yang berbeda dari penduduk negri ini 90% dari penduduk di negri ini menggunakan handphone Apple atau Samsung ada juga yang menggunakan Ipad semua sibuk dengan peganggan masing masing, walau ada yang hanya duduk terdiam aku perhatikan di telinga mereka ada headset, lalu celetuk saudaraku mengatakan penduduk di sini "AUTIS" mereka sibuk dengan dunia sendiri, bahkan di depan kami ada dua orang saudara kembar hanya diam tanpa saling bicara atau sekedar berbincang, sesekali salah satu dari mereka melihat handphone mereka masing masing acuh tak acuh tak terdengar sedikitpun percakapan di antara kedua saudara kembar di hadapanku, dan saat itu aku, saudaraku dan ayahku hanya ikut diam larut dengan deru MRT yang menembus rel walau perlahan kami simpan harapan untuk segera kembali, karena lelah sudah menyambangi, sesampai kami di stasiun woodland, kami hanya mengikuti arah yang terpampang di atas lorong stasiun itu, sesampai di antrian Imigrasi dalam benak aku berkata.

"Aku segera pulang, negri ini begitu indah dengan manusia yang tekun dan teratur, semoga Indonesia bisa segera maju, lindungi kami Rabb, berkahi negara kami, aamin"

Perjalanan pulang menurutku perjalanan yang menyenangkan karena mendapatkan gerbong tempat tidur, aku berbaring di tempat tidur di kereta ini setelah pengecekan tiket KTM, kurebahkan penat dunia tetap dnegan syukurku tetap dengan doa dan harapanku untuk tanah airku.





2 komentar:

Raxen Vrathdar mengatakan...

wuiiii :) brsyukur udh prnah ngerasain bs nginjek2 negeri jiran, Singapura

cenit suryana ^___^ mengatakan...

bakcpacker mar,,,murah meriah...1,5 juta buat bertiga berarti modal 500 rebo dah bisa ke singapore:D:D

Poskan Komentar

apapun yang kalian pikirin comment ja:)

Ada kesalahan di dalam gadget ini


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Bukan ikan asin biasa Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template