cenit suryana cuma cewek cengeng yang bisanya cuma nangis...
Photobucket


Kamis, 09 Februari 2012

my note for SNSD (lomba menulis note)




Lomba yang pertama kali aku ikutin mudah mudahan isengan tulisan aku yang berubah jadi pengalam pertama ikut lomba buat note gak terlalu mengecewakan untuk di baca, apapun hasilnya nanti semua hanya untuk bahan latihan sampai mana kemampuanku dalam menulis, Bissmillah.

"fil fil bi kam ya a'mu?" seruku seraya menunjuk tumpukan cabe di hadapanku
"isrin" seru penjual sambil melengos acuh
Ada yang bilang pelayanan di Mesir memang kurang, apalagi untuk urusan jual beli, kadang mereka terlampau kasar saat melayani pembeli, mungkin hal ini bukan hanya aku yang merasakan beberapa teman teman dari asia yang kebanyakan kulturnya lembut lembut merasa kecewa dengan sikap mereka, tak jarang kami urung memasuki toko toko besar karna hanya akan membuat hati kami kecewa dan kalau sedang apes bisa bisa kami tidak di layani sama sekali, tapi rasa kecewaku sirnah begitu saja saat mendengar harga cabe di pasar lonjak drastis yang biasanya kami beli 7-10 Pound Mesir menjadi 20 Pound,dalam hati aku berkata apakah krisis sudah melanda Mesir setelah Revolusi yang terjadi tahun 2011 kemarin, revolusi itu terjadi tepatnya pada tanggal 25 januari 2011 dimana demonstran besar besaran terjadi di seluruh Mesir menuntut agar presiden Husni mubarak turun setelah menjabat 30 tahun lamanya,setelah masyarakat Mesir demonstrasi selama 18 hari di lapangan tahrir square akhirnya presiden Husni mubarak mundur pada tanggal 11 februari 2011.

Teringat kembali pada tahun 1998 saat itu Indonesia mengalami hal yangg sama seperti mesir, Revolusi terjadi untuk menggulingkan pemerintahan presiden kedua Indonesia yaitu Soeharto, tidak banyak yang berbeda dari kondisi mesir saat ini yang aku rasakan bagaimana krisi moneter terasa perlahan lahan setelah Revolusi terjadi, padahal saat itu aku baru duduk di bangku SD (sekolah dasar) tepatnya kelas 6 SD biasanya aku bisa menghabiskan uang saku yang di beri ibuku Rp.1000 per hari untuk membelikan berbagai jenis jajanan di sekolah, aku bisa mendapatkan beberapa jenis jajanan 5 atau 6 jenis, bahkan sesaat pulang sekolah aku bisa menabung di celengan plastik biru berbentuk kelinci, tapi setelah krisis uang Rp.1000 habis begitu saja hanya untuk membayar transportasi bulak balik dari rumah ke sekolah belum lagi jika aku malas berjalan masuk komplek rumah dan memilih untuk naik beca.

Belum jelas sebab yang aku ketahui mengapa harga permen kesukaanku yang biasa aku bayar RP.25 untuk satu permenya menjadi RP.100 untuk satu bijinya, yang aku tahu saat itu presiden Soeharto mundur dari kursi kekuasaanya karna demonstran yang dilakuka oleh para mahasiswa di Jakarta,setelah beberapa berita dari televisi dan kabar dari ayahku baru aku tahu ternyata Indonesia Krisis dan membuat semua harga harga melonjak naik, tak ada lagi subsidi pemerintah untuk bahan makanan pokok dan BB hanya untuk mempertahankan nama seorang pengusa yang haus akan kekuasaan, semua di lepas begitu saja membiarkan Indonesia mandiri untuk bisa merangkak maju dari keterpurukan Krisis finansial yang membuat Ekonomi Indonesia melemah dan ketidak puasan masyarakat akan kepemimpinan Soeharto yang menjanjikan kemakmuran tetapi masyarakat tetap hidup dalam garis kemiskinan yang meningkat,bukan hanya itu tenyata setelah turunya Soeharto, Indonesia di tinggalkan hutang yang banyak bak gunung gunung tinggi di kepulauan sumatra dan kalimantan, semua itu membuat rakyat Indonesia semakin merasakan perihnya hidup.

Sekali lagi aku menghela nafas panjang, aku termenung dan teringat bagaimana saat pertama kali datang untuk menuntut ilmu dari para guru guru besar di negri ini tepatnya di universitas Al Azhar dimana aku bisa belajar ilmu agama lebih di sana, setelah satu hari penerbangan pesawat Emirates menurunkanku di kota seribu menara ini, beberapa kakak kelas menjemputku di bandara Internasioal Cairo,dalam perjalanan menuju flatku aku melihat susunan susunan kubik kubik bangunan yang berjejer sepanjang jalan "ini mesir" desisku dalam hati, seketika sampai di tempat yang mereka sebut akan menjadi rumah perjuanganku di Mesir ini kuhirup udara Mesir perlahan dan dalam,pandangan pertama pada Mesir dan udaranya membuat aku jatuh cinta, walau banyak dari teman teman yang merasa kecewa akan bagian Mesir yang mereka rasa tidak seperti apa yang mereka bayangkan sesaat di tanah air.

Aku berhenti dari lamunanku kuraup beberapa potong cabe dan menaruhnya di atas wadah timbangan si A'mu penjual sayur,"rub' ya a'm" seperempat cukup untuk satu minggu ini pikirku lalu ku tarik lembaran lima pound Mesir dengan mengucap bismillah aku berikan kepadanya dengan harapan Mesir semakin membaik keadaanya, karna aku sudah jatuh hati dengan kota ini dengan beragam orang asing yang aku temui, dengan panasnya terik matahari ketika aku puasa ramadhan, dan dinginya air di kamar mandi saat aku berwudhu di musim dingin, dengan teriak triakan kernet tramco yang yang tak pernah aku pahami apa yang dia katakankan, dengan senyum ikhlas para dukturah dukturah kuliah di Universitas AL Azhar, dengan omelan ablah di asrama ketika kumenaruh cucian baju kotor yang menumpuk dan aku sembunyikan di bawah kasurku, dengan debu debu di atas kumpulan buku buku tebal berkertas kuning yang tak pernah kosong di atas mejaku semua membuatku jatuh hati pada negri ini.

tidak ada yang bisa aku lakukan untuk negri ini, negri yang telah membuatku jatuh hati hanya ada doa terselip di setiap shalatku agar Mesir tetap aman dan keaadaanya membaik, agar mesir mendapatkan pemimpin yang bijaksana dan adil kepada semua masyarakatnya, dan dapat memulihkan finasial negara yang menurun saat ini. Bagaimana Indonesia tiga belas tahun yang lalu kini sudah satu tahun Mesir setelah revolusi seperti bayi yang berusaha tumbuh merangkak dan bangkit untuk bisa berjalan sediri begitulah Mesir, mudah mudahan tidak ada lagi tangan tangan penguasa yang serakah akan kursi kekuasaan, tidak ada lagi niat niat pemimpin yang salah dalam mengemban pengabdian padahal tanpa di sadari semua di pertanggung jawabkan nanti di sisiNYA, walau hanya sebiji beras yang masuk kedalaam perut jika disana ada hak orang lain yang harus dipertanggujawabkan dan akan di pertanyakan nantinya, dan mudah mudahan kita sebagai penerus bangsa kelak apapun nantinya yang akan kita emban sebagai rakyat biasa atau pengusaha mudah mudahan selalu dalam koridor yang benar dan selalu berada dalam lindunga Illahi Rabbi. amin ya rabbal alamin.




5 komentar:

Aulawi Ahmad mengatakan...

aku juga merasa prihatin dgn kondisi mesir skrg, seperti kejadian tewasnya suporter saat pertandingan bola lalu dimana ada kesan pihak polisi gak mau bersikap tegas hmmm, yg aku takutkan kondisi di mesir ini semoga bukan termasuk "rencana" amerika yg lagi rajin2nye menghancurkan bgsa arab...btw nice note n sukses buat kuliahnya :)

Aulawi Ahmad mengatakan...

aku juga merasa prihatin dgn kondisi mesir skrg, seperti kejadian tewasnya suporter saat pertandingan bola lalu dimana ada kesan pihak polisi gak mau bersikap tegas hmmm, yg aku takutkan kondisi di mesir ini semoga bukan termasuk "rencana" amerika yg lagi rajin2nye menghancurkan bgsa arab...btw nice note n sukses buat kuliahnya :)

Nurul Chasanah mengatakan...

great great.... ^^
semoga Mesir slalu tetap dlam Lindungan-Nya. amin

outbound malang mengatakan...

kunjungan gan.,.
bagi" motivasi.,.
Orang miskin bukanlah seseorang yang tidak mempunyai uang,
tapi ia yang tidak memiliki sebuah mimpi.,
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

outbound di malang mengatakan...

Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

Poskan Komentar

apapun yang kalian pikirin comment ja:)

Ada kesalahan di dalam gadget ini


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Bukan ikan asin biasa Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template