cenit suryana cuma cewek cengeng yang bisanya cuma nangis...
Photobucket


Selasa, 08 Juni 2010

dongeng sebelum terlambat


Waktu engkau masih kanak-kanak. ……… … 
kau laksana kawan sejatiku 
Dengan wudu’, Aku kau sentuh 
dalam keadaan suci, Aku kau pegang 
Aku,kau junjung dan kau pelajari 
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari 
Setelah selesai engkau menciumku mesra 

Sekarang engkau telah dewasa…… …….. 
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku… 
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah…? 
Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu 
Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji….. .. 
Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali; 
sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan 
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pngisi setormu. 

Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa 
Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan 
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian , kesepian. 
Di dalam almari, di dalam laci, aku engkau pendamkan. 
Dulu…pagi- pagi…surah- surah yang ada padaku engkau baca beberapa 
halaman. 
Di waktupetang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di kamar pondok….. 

Sekarang…seawal pagi sambil minum kopi…engkau baca surat kabar dulu 
atau hanya untuk melihat facebook kau dahulukan....
Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia 
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla, 
Engkau engkau abaikan dan engkau lupakan… 

Waktu berangkat pun kadang engkau lupa baca pembuka 
surah2ku(Bismillah) . 
Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi 
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam handphone atau mp3mu
Sepanjang perjalanan,radiomu selalu tertuju ke stasyen radio kesukaanmu 
Mengasyikkan. 

di meja belajarmu tersimpan buku buku duniawi 
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu 
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku. …….. 
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kau abaikan 
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu 
Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku 


Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV. 
Menonton siaran telivisyen 
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk 
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah 
dan kadang lebih asyik bergadang untuk berbicara lewat internet
Waktupun cepat berlalu….. …. 
Aku semakin kusam dalam laci-laci mu 
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama 

Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali 
Itupun hanya beberapa lembar dariku. 
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu 
Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku 
Atau waktu kematian saudara atau taulan mu 

Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba 
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya 
Apakah TV, radio ,hiburan atau komputer dapat menolong kamu? 
Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku menolong mu 
Itu janji Tuhanmu, Allah s.w.t 

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu… 
Setiap saat berlalu… 
Dan akhirnya…. . 
kubur yang setia menunggu mu………. . 
Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu 

Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati… 
Di kuburmu nanti…. 
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan. 
bidadari nan indah menjemputmu.
Yang akan membantu engkau membela diri 
Dalam perjalanan ke alam akhirat. 
Dan Akulah “Al-Qur’an”, kitab sucimu 
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu. 

Peganglah Aku kembali.. .. bacalah aku kembali aku setiap hari. 
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci. 
Yang berasal dari Allah Azzawajalla 
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah 
Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu 
Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu…… . 
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu. 
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu. 
Sentuhilah Aku kembali… 

Baca dan pelajari lagi Aku…. 
Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat 
Seperti dulu…. Waktu engkau masih kecil 
Di kamarpondokmu yg kecil kampungmu yang damai 
Jangan aku engkau biarkan aku sendiri…. 
Dalam bisu dan sepi…

2 komentar:

senja mengatakan...

membaca puisi ini membuatku merasa malu,...benar !
Al-quran kadang terlupakan :(

padahal Al-quran lah yg akan menyelamatkan kita didunia dan di akhirat kelak.

terima kasih sudah diingatkan sahabat....

Zan Insurgent mengatakan...

Indahnya bila kita saling mengingatkan..... ^__^

Poskan Komentar

apapun yang kalian pikirin comment ja:)

Ada kesalahan di dalam gadget ini


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Bukan ikan asin biasa Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template