cenit suryana cuma cewek cengeng yang bisanya cuma nangis...
Photobucket


Kamis, 27 Agustus 2009


sepedah jemputan

saat kulirik sepedah itu tetap sama
dengan rantenya yang berkarat aku tak habis pikir
bagaimana aku bisa menikmati suara rante itu ketika
sepedah itu berjalan suaranya bagaikan
suara kuda hamil yang tergeret tak mau di tunggangi
tapi aku suka itu bukan karna suaranya tapi karna yang akan
menjeputku nanti dengan sepedah itu dan sepedah itu
masih berada di tempatnya yang biasa
tapi mengapa aku tersenyum...............
karna aku bangga dengan sepedah itu
ada pahlawanku nanti yang menaikinya

ku percepat langkahku dengan masih merapihkan pita
kecil yang tesemat di rambut panjangku
walau ku terlihat kurus dengan model rambut itu
aku suka karna menurutku gadis berkerudung merah
di buku gambarku terlihat cantik dengan rambut panjangya
ku percepat jalanku karna sebentar lagi matahari mulai
meninggi da aku tak mau terlambat sampai sekolah

aku tak ingin berada di tempat ini lama lama aku jenuh
dan aku tak suka dengan suasana kelasku
apa lagi aku berada satu meja dan satu kursi
dengan yenyen temanku dia gadis cerdik
yang selalu mendapatkan hati setiap guru karna nilai
yang di raihnya selalu di atas rata rata anak sd kelas enam
mungkin dia lebih cocok berada di kursi universitas
untuk mengembangkan dan mengespresikan ilmu yang di milikinya
itu pikirku untuknya
pagi ini aku tak berani menatapnya
karna ku tak yakin dengan pr matematika yang aku kerjakan semalam
dengan kerja keras menyita waktu istirahatku
aku tak mau di tertawakan olehnya karna kelalaiyanku tak belajar denganya
sampai akhirnya pemeriksaan pr aku masih terdiam
sesekali dia menatapku dalam hatinya mungkin dia berkata
siap siap menjadi bahan olokanku tuk yang kesekian kalinya
bu guru memangil namaku sepertinya prku telah selesai ia koreksi
aku berjalan menuju depan kelas mendekati bukuku
aku merasa buku tersebut seperti tersenyum sinis padaku matilah aku
buku tersebut seperti menangkap sinyal kegelisahanku
saat di depan bu guru dan hendak aku ambil bukuku
bu guru tersenyum lebar dan memberiku permen sugus strowberry
aku mendapatkan firasat yang baik dengan perlakuan bu guru
karna selama ini yang mendapatkan permen itu biasanya hanya
murid murid bu guru yang nilainya baik
setelah aku buka bukuku aku kembangkan senyum terbaiku pada yenyen
aku berkata kau harus mencari orang lain untuk kau ejek dan itu bukan aku

akhirnya selesai juga jam sekolahku
aku pulang dengan senyum yang tak pernah copot dari bibirku
beberapa temanku juga berlari keluar sekolah mereka tak mau
ketinggalan mobil jemputan aku tak mau ikut mobil jemputan
karna aku punya pahlawan yang akan menjeputku nanti
walau dengan sepedahnya ku tak sabar menunggunya
aku naiki angkot coklat ber nomor 09 di angkot tersebut berjejalan beberapa anak sd seusiaku
mereka membawa jajanan masing masing di tanganya
tertawa tawa menyapa teman yang pulang dengan jalan kaki
mulut uus masih penuh dengan makanan dia meledeki satu persatu teman kami
uus adalah teman satu kelasku laki laki kurus ini di sebut preman
oleh teman teman yang lain begitu pula guru guru sekolah
mungkin karna kelakuanya yang nakal sehingga dia di sebut preman
tapi aku yakin uus tak akan menjadi preman selamanya
dan aku tak tahu bagaimana kabarnya saat ini
setelah depan komplek rumahku kun hampiri wartel sebrang jalan tuk menelepon
pahlawanku dan aku yakin dia sudah menunggu teleponku dari sejam yang lalu
karna sebelum pulang aku harus membantu wali kelasku
memeriksa beberapa contoh soal ujian di ruang kepala sekolah
tut...............tut...............
telepon berbunyi jantungku berdegup kencang antara senang
dan khawati khawatir ia bosan menunggu dan pergi dengan urusanya
lalu aku dengar suara di sebrang seakan mengerti dan segera menutupnya
aku menunggunya datang, tak lama kemudian dia datang dengan sepedah
itu sepedah yang aku banggakan karna aku menyayanginya bukan untuk sepedah
tapi untuk pengorbananya kasih sayangya cintanya padaku
papaku pahlawanku tak pernah jenuh kau menyempatkan waktu
di sela sela hari penatmu di selingan urusan yang selalu membuatmu pusing
di tanggung jawabmu yang begitu besar tak pernah aku lihat kau mengeluh
akan dunia yang semakin sempit atau untuk kota yang semakin ganas untuk
hidup lemah dan perjuanganmu untukku dan semua saudaraku
papaku kau pahlawanku aku mencintaimu bagai cinta fatimah akan ayahandanya nabi SAW



untuk : my father thank for being my hero










0 komentar:

Posting Komentar

apapun yang kalian pikirin comment ja:)

Ada kesalahan di dalam gadget ini


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Bukan ikan asin biasa Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template