cenit suryana cuma cewek cengeng yang bisanya cuma nangis...
Photobucket


Selasa, 08 September 2009

pahlawan kecil berkulit hitam

pahlawan kecil berkulit hitam

Rasa takut itu mulai menjamur tadinya biasa sekarang semakin besar mungkin jika di ibaratkan orang yang sakit rasa takut ini sudah berada di masa keritis,,keringat dingin menetes begitu saja bukan karna udara mesir yang sedang panas karna rasa gugup dan takut yang aku rasa ku rogoh semua saku baju yang ada sambil mengingat ingat kemana barang berharaga yang aku taruh dan aku persiapkan sebelum pergi penyakit lama ku kambuh penyakit ini penyakit keren yang menyiksa hari hariku genap sudah sampai 20 tahun lamanya yaitu penyakit lupa dengan istilah kerenya pikun aku mulai mengitari jalan yang telah aku lalui aku yakin benda berharga itu jatuh di sekitar jalan ini tapi mana mungkin aku lihat jalan satu persatu banyak orang lalu lalang disini di pasar ini memang jalan sempit sekali belum beberapa jalan yang basah karna orang orang mesir menyiramnya secara sengaja mungkin maksud mereka agar jalanan tidak berdebu ku terus selusuri jalan tapi nihil benda itu tak ku temukan ku putuskan untuk pulang berharap ada orang di rumah yang akan membukakan pintu karna benda berharga yang hilang adalah kunci rumahku kunci yang bisa membawaku masuk ke rumah di mana tempat aku bisa beristirahat sejenak dari semua kepenatan kehidupan aku mersa tengorokanku kering aku haus aku ingin segera minum air mineral yang sudah aku simpan di lemari es beberapa waktu sebelum aku pergi keluar rumah dan kini aku merasa lapar perutku mulai protes suaranya bergemuruh bagai gunung api yang marah hendak memuntahkan semua isinya lalu aku berpikir kenapa di saat susah seperti ini sepertinya semua terasa susah aku menyesali atas kepikunanku dan keteledoranku yang membuat semua ini terasa susah dalam hati aku terus beristighfar beberapa jarak lagi aku hampir sampai tiba tiba terdengar suara seperti memanggil manggil seseorang suaranya samar tak jelas tapi karna rasa penasaranku aku menengok kebelakang mencari pusat suara tadi ternyata suara itu suara anak kecil dia seperti memanggil manggil aku dalam hati berkata paling anak kecil itu minta sumbangan ku teruskan langkahku tapi suaranya semakin keras sesekali ku tengok kembali dia seperti hendak mendekatiku karna jalanan sepi dan gelap aku merasa khawatir dan mulai mempercepat langkahku tapi anak kecil itu mengikutiku aku mulai gugup akhirnya aku berlari secepat mungkin aku harus tiba di rumah dan berharap anak kecil itu tak lagi mengikutiku tapi ternyata tidak anak kecil itupun ikut berlari mengejarku dan larinya sangat cepat seperti seekor macan hitam yang hendak memangsa mangsaanya akhirnya dia menyusulku aku terengah engah napasku habis ku pegangi lututku yang pegal aku tak sanggup berlari lagi anak kecil itu menghampiriku tak punya daya atau apa yang harus ku pikirkan tapi hanya doa yang ku ingat saat itu dari tangan munggilnya yang dekil mungkin karna warna kulitnya yang gelap hitam pekat ada benda kecil yang kurasa tak asing lagi dalam hati aku beristighfar telah berprasangka buruk padanya ternyata benda tersebut adalah kunci rumahku yang mungkin terjatuh dan anak kecil ini menemukanya aku jongkok aku tak tahu bahasa indonesianya tapi istilah ini di pakai oleh orang sunda yang artinya setengah duduk untuk menyeimbangkan tinggiku dan tingginya aku ambil kunciku dari tanganya hanya seulas senyum yang dapat aku beri padanya ku usap kepala kecilnya yang nyaris tak berambut kulitnya yang hitam membuat wajahnya tak terlihat di kegelapan malam dengan bahasa seaadanya dan berharap dia mengerti bahasaku ku katakan syukron dan aku bertanya "ismik eh'??" dia tersenyum dengan menampakan semua gigi yang dia miliki terlihat lucu karna aku hanya dapat melihat deretan gigi itu dari wajahnya ku pegang tangan kecilnya ku sisipkan satu pond untuknya dengan harapan dia bisa membeli beberapa chiki dengan uang ini ada beberapa luka di daerah lenganya aku mengerutkan kening menatap wajahnya berharap dia menemukan beberapa isyarat bahwa aku khawatir dan merasa simpati akan lukanya luka ini seperti bukan luka jatuh atau luka ringan seperti biasanya tapi dia hanya menarik tanganya lalu begegas pergi meninggalkanku dia berjalan sesekali menoleh ke arahku ku hanya bisa melambaikan tanggan perpisahan padanya dan berdoa mudah mudahan dia di beri kebahagiaan hufh...........ku susuri jalan madrasah yang kadang menyeramkan dalam benakku hanya satu segera sampai di rumahku aku masih berpikir dan semakin merasa penasaran dengan pahlawan kecil berkulit hitam itu siapakah namanya? dan mengapa ada beberapa luka di lenganya?sepengetahuanku di madrasah memang banyak warga asing yang berkulit hitam tanpa aku peduli dari mana mereka berasal?mungkin dari afrika atau sudan atau libanon aku tak mengerti sampai pagi menjelang aku keluar rumah kembali niatku menyelusuri pasar ku urungkan karna hari ini ada beberapa hal penting yang harus ku urus mengenai urusanku dengan kuliah aku harus meminta keterangan status baru ku di azhar setelahku pulang dengan urusanku ku kembali dengan niat awalku aku temui beberapa orang hitam di pasar yang sekiranya dapat aku tanya tentangnya ada beberapa gadis yang aku temui pertama kau ragu dan merasa takut tapi dengan bahasa seadanya aku mulai berkenalan dia berasa dari sudan aku tak bisa banyak bertanya padanya tapi yang jelas aku tak ingin menanyakan anak kecil yang telah menolongku tadi malam karna rasa penasaran terus menghantui akan ku coba tuk bertanya pada orang lain besoknya mungkin banyak hal yang dapat aku mengerti dan aku pahami setelahnya amin.tapi tetap dengan lingkup keingin tahuanku aku tak akan mengusik adat istiadatnya aku hanya ingin tahu sebatas itu saja ada paman paman berkulit hitam yang sedang duduk menunggui dagangan kipas anginya ku coba tersenyum dengan basa basi ku tanyai beberapa harga kipas yang dia jual lalu aku mulai bertanya dari mana asalnya tapi beberapa perkataan yang dia jawab tak sempat ku mengerti aku hanya terangguk angguk tanda aku mengerti tetapi sebenarnya aku tak paham sama sekali apa yang dia katakan tadi ku urungkan niat untuk bertanya lebih lanjut padanya yang aku tahu dari beberapa kakak kelas yang pernah bercerita padaku tidak semua orang berkulit hitam itu baik adapula yang biasa merampok atau mencopet karna tak mendapatkan tunjangan dari negaranya ternyata ada warga asing yanga lebih memprihatinkan dari pada diriku hihihihihihiih............but finally aku tetap bersyukur untuk semua dari sejarah orang orang negro yang aku tahu mereka berasal dari afrika mereka punya suku sendiri bukan suku dayak yang seperti di indonesia tapi sebenarnya
sejak tanggal 5 Januari mereka bergelut dengan kisah perjuangan kaum Negro Amerika. Sejak tahun 1691 ketika 20 orang Afrika dibawa oleh kapal perang Belanda tiba di Amerika, mulailah sejarah perbudakan orang Afrika di Amerika. Dari Afrika mereka diburu di kampung-kampung mereka, dibelenggu dengan kayu di leher, diikat dan diborgol, dipisahkan dari keluarga mereka dan dibawa ke Amerika. Setelah tiba terjadilah pelelangan di pelabuhan kapal dan tentu saja mereka harus ditelanjangi agar pembeli bisa melihat kalau mereka cukup kuat untuk dijadikan budak. Mereka diperlakukan lebih rendah dari pada binatang, dan bahkan dianggap tidak memiliki jiwa.
masih sedikit tengtang pengetahuanku akan itu tapi aku pernah melihat flim yang begitu menggugah saat di mana kaum kulit hitam pmemperjuangakan haknya di amerika sana.

untuk pahlawn kecil berkulit hitam

1 komentar:

Ti amo mengatakan...

wah....mnk klo masih rezeki ga kemana ya.....:D
tapi..tega bgt sc...masa tu anak kecil cuma dikasih segeneh...mo beli iss aj cuma dapet 4....ntr dc klo na ktmu ma tu anak na ajak kebantani....hehehehe...

Poskan Komentar

apapun yang kalian pikirin comment ja:)

Ada kesalahan di dalam gadget ini


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Bukan ikan asin biasa Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template