cenit suryana cuma cewek cengeng yang bisanya cuma nangis...
Photobucket


Senin, 14 September 2009

MIMPI TERANEH

mimpi teraneh
kepalaku sudah tiga hari ini terasa berat ga tau kenapa yang jelas pusing banget kadang kalau sudah terasa berat aku lebih memilih mengurung diri seharian ku tutup kamar rapat kumatikan lampu kubaringkan badan sejenak melepaskan penat kepalaku rasanya mau pecah masih dengan musik kesayanganku ungu untuk selamanya yang akan menemaniku tidur saat ini ku kecilkan sedikit suaranya karna rasa kantuk sudah menyerangku akhirnya ku terlelap tetapi ketika baru saja aku terlelap ada suara tangisan yang aku dengar tak jauh dari tempat tidurku aku terbangun menoleh kesamping kiri kanan ternyata tak ku temukan apa apa tapi suara tangis itu masih terdengar terakhir aku dengar dia menyebut namaku

"aku disini nita aku disini hikss,,hikss,," masih terisak dengan tangisnya

"aku telingamu aku telingamu" aku semakin bingung apa sebenarnya yang aku dengar

dia mengatakan bahwa dia telingaku telingaku yang menagis aku semakin panik keringat sudah membasahi sebagian jidatku aku masih penasaraan apa yang aku alami dia meraung menangis

"kamu begitu jahat padaku akhir akhir ini, tugasku untuk dirimu memang untuk mendengar tapi saat ini aku hanya mendengar keluh dari si mulut tentang dirinya tak pernah aku dengar dia melantunkan ayat ayat yang membuatku begitu tenang sampai kapan aku akan menyuruhnya terus mengeluh menggumamkan namanya tanpa henti aku begitu lelah mendengarnya hikss,hikss"

aku tak habis pikir dari mana asal suara itu aku masih tak percaya aku tutup telingaku berharap tak kudengar suara itu lagi tiba tiba aku melihat dua bola mata di depanku dia meraung juga dia menagis sejadi jadinya

"hentikan hentikan tolong kami,kami mohon jangan kau siksa kami lagi sampai kapan kau menyuruh kami untuk menagis sampai kapan air mata ini kau hentikan aku sudah bosan kering sudah air mata kami apa kau menunggu kami mengeluarkan darah tolong hentikan kami tak pantas mengeluarakan air mata hanya untuk dia hanya untuk mahluk ciptaan yang menciptakan kami laki laki itu tak pantas kau tangisi"

aku panik tak tahu apa yang aku lihat lalu aku menutup kedua mataku berharap mereka pergi sambil sesekali ku tutup telingaku juga tetap aku berdoa memohon semua cepat berlalu apa yang terjadi pada diriku. tapi kini aku mendengar lagi ada yang terisak menangis kini hadir di hadapanku mulut dia mengatakan bahwa dia adalah mulutku aku begitu heran aku benar benar tak habis pikir apa yang terjadi padaku dia menangis dan berkata

"cukup cukup jangan pernah kau sebut namanya aku muak aku tak tahan lagi kau benar benar buatku kesal nita kenapa masih kau bangga banggakan nama itu apa yang membuatmu bisa menyebut namanya dalam hari harimu sampai kapan kau menyebutnya dia tak kan pernah dengar dan kan terus membisu kau hanya menyiksaku kau bajingan nita kau bajingan"

aku tak tahan lagi aku benar benar panik aku bangun dari tempat tidurku ruangan masih gelap aku mencari saklar kamar yang ada hanya dinding kamar yang panjang tak ku temukan saklar itu akau terjatuh kupeluk lututku yang mulai gementar aku takut benar benar takut apa yang terjadi ya rabb...... tapi tiba tiba aku melihat segumpal darah terongok begitu saja di sampingku aku kaget luar biasa aku teriak tapi dia berkata

"shut................tak usah teriak seperti itu aku jantungmu aku hatimu kau benar benar buatku marah bukan kau yang harus berteriak tapi aku aku hatimu yang selalu kau siksa sebenarnya apa maumu dariku apa yang kau harap dari semua angan angan dan harapan yang kau lekatkan padaku telinga mata dan mulut hanya korban dari semua yang kau rasa mereka korbanmu tapi korban yang terparah dari semua ini adalah diriku teganya kau menggatungkan harapan palsu kenapa kau harus mengingatnya sedang mengingatnya adalah hal yang tersakit yang pernah aku rasa karna tak pernah aku rasa senang mengingat dia hanya sedih yang kau berikan padaku hanya perih yang kau sisakan dari mengingatnya kau benar benar maniak kau menyiksa diriku membuat lambung tak mau berkerja lagi tak ada makanan yang mau dia cerna kau menyiksa dirimu bagian bagianmu sendiri hanya darah yang masih berbaik hati tuk terus mendompang hidupmu kau begitu tega kau jahat kau benar benar menyiksa kami dengan terus mengingat bayang bayangnya kenapa kau lakukan itu kau benar benar buatku muak"

suaranya semakin meninggi dia menarik narik kakiku aku benar benar panik dia meronta membuatku gugup aku takut aku ingin berteriak tapi tak bisa aku ingin memanggil salah satu temanku di rumah satu nama yang ku ingat "kiki" aku menagis ingin melepaskan kaki kaki ku darinya tapi begitu kuat dy menariku sampai akhirnya ku temukan gunting di dekatku aku ambil gunting itu dengan satu ayunan aku melepaskan peganganya dari kakiku aku hantamkan gunting di tanganku aku terlepas darinya membuatku lega tapi aku mendengar suara benda jatuh keras sekali"BRUKKKKKKKKKKKKKKKK" saat aku tersadar yang jatuh ternyata bukan benda tapi diriku terjatuh dari tempat tidurku aku baru tersadar yang aku alami adalah mimpi tapi saat ku temukan pipiku basah ternyata aku benar benar menangis tapi yang lebih mengherankan saat aku melihat tanganku aku memegang gunting aku semakin takut.


allahumagfirlie dzunubie...............




2 komentar:

Ti amo mengatakan...

amin ya robb....
nit.....nit.....dh baca do'a blom sebelum tidur....pasti blom.....:P
tapi kynya itu pelajaran dc.....:D
moga sabar ya.....:)

cenitd_cenudh mengatakan...

mh...........iah blom sempet doa??coz pusing bnget kmrn tu:D

Poskan Komentar

apapun yang kalian pikirin comment ja:)

Ada kesalahan di dalam gadget ini


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Bukan ikan asin biasa Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template